Tampilkan postingan dengan label hard news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hard news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2010

“Fashion Batik”

           Galur, semarak pasar sore “Fashion Batik” yang diresmikan oleh Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo sabtu, 10 April 2010 pukul 15.00 disambut baik oleh masyarakat. Acara diselenggarakan mulai tanggal 10-17 April 2010. Tidak hanya dari para pedagang yang turut serta mengikuti peresmian, namun para pengunjung turut meramaikan. Pasar sore “Fashion Batik” ini bertujuan untuk mempromosikan hasil kerajinan masyarakat asli Kabupaten Kulonprogo serta melestarikan budaya bangsa. Mulai dari batik tulis, batik rusak, serta tas – tas yang bermotif batik pun tersedia.
            Menurut salah satu pengrajin pasar sore “Fashion Batik” Yoga Sumarto, ” acara ini akan dibuka setiap harinya mulai pukul 15.00 - 22.00 malam dengan produk asli Kulonprogo”. Setiap harinya akan ada 20 pengrajin yang akan menempati stand – stand. Acara ini didukung oleh Honda yang turut menjadi sponsor serta menyediakan tenda sebagai stand para pengrajin.
            Harga yang ditawarkan dalam pasar sore “Fashion batik” ini sangat terjangkau, berkisar 50 – 300 ribu. “disini banyak sekali motif batiknya mulai harga tengkulak motif perang 80 ribu, motif batik rusak 125 – 150 ribu, dan motif batik daerah 200 – 250 ribu. Namun keterlambatan persediaan tenda yang telah disepakati membuat para pengrajin harus mengeluarkan biaya sendiri untuk sementara penempatan batik – batiknya,” kata Yoga, Sabtu (10/04)
Arum Puspita Sari (153080172)

4 Tuntutan Deklarasi Tugu Yogyakarta


Setelah melakukan pertemuan empat hari berupa evaluasi dan rapat kerja nasional Rakernas BEM SI 2010, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa untuk membacakan Deklarasi Tugu Yogyakarta.
Inti dari deklarasi tugu itu mendesak adanya empat tuntutan, diantaranya mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan masalah yang ada pada century, mendukung keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai pembatalan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan dan tetap akan mengawal jalannya kebijakan dalam Sistem Pendidikan Indonesia, negoisasi ACFTA dalam sektor yang belum siap dan mendesak pemerintah untuk memejukan industri dalam negeri..
“Masih banyak permasalahan yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah pasca reformasi. Mahasiswa seharusnya menjadi pengawal dan menciptakan perbaikan untuk Indonesia. Ini semua tertuang dalam deklarasi Tugu Yogyakarta”, kata Koordinator Aksi, Fiqi Ahmad dalam orasinya.
Ririn Setyo. U (153080174)
Kelas F